Di balik wajah sedih Jessica jelang sidang putusan

Posted on
loading...

akulagi.com – Tampilan Jessica Kumala Wongso tidak sama dalam dua sidang dengan agenda pembacaan pleidoi, Rabu serta Kamis tempo hari. Terdakwa masalah kematian Wayan Mirna Salihin ini senantiasa dilanda rasa sedih, bahkan juga di sidang hari Rabu, dia menangis sepanjang membacakan pleidoi.

Rasa sedih ini bukanlah tanpa ada argumen, Jessica menilainya tuduhan pembunuhan sahabatnya itu suatu hal yang kejam. Dalam pleidoinya, Jessica menyanggah dianya sudah menyimpan toksin sianida dalam kopi Mirna.

” Semuanya tuduhan kejam berdasar pada tuduhan yang saya tak tahu. Namun bikin kebanyakan orang yakin bila saya seseorang pembunuh. Keluarga saya dipojokkan serta kami di buat begitu menanggung derita, ” kata Jessica sembari menangis.

Dia lalu bercerita waktu dianya ada didalam sel penjara. ” Hanya satu benda yang ada disana yaitu sepotong baju kotor di lantai. Pada saat saya berbaring disana, saya menangis serta ajukan pertanyaan apakah yang telah saya kerjakan hingga saya diperlakukan seperti ini. ”

Dia juga mengungkap hal terberat setelah itu yaitu saat dia lakukan rekonstruksi di Grand Indonesia. ” Dengan menggunakan pakaian tahanan sebagai tersangka dalam masalah pembunuhan, saya memperoleh tatapan sinis dari kebanyakan orang, terlebih pegawai kafe Olivier. ”

” Namun yang bikin saya hancur yaitu ketika lihat Arief serta Hanny serta keluarga mereka. Dibalik ekspresi saya yang tenang saya cuma menginginkan berteriak pada mereka bila saya tak membunuh Mirna. Mohon tolong saya, saya begitu menanggung derita. Tetapi ketika itu saya cuma dapat terima perlakuan serta perasaan mereka serta berdoa mudah-mudahan Tuhan memberi jalan keluar, ” narasi Jessica dengan berlinangan air mata.

Kuasa hukum Jessica meyakini clientnya tidak bersalah karena minim alat bukti. Pembelaan dalam buku setebal 4. 000 halaman di sampaikan, satu diantara poin yang disorot yaitu tidak ada saksi paling utama yang lihat Jessica menyimpan sianida di kopi, tak diketemukan celana yang disangka tempat Jessica menaruh sianida, dan tidak ada sidik jari Jessica di gelas kopi.

” Jaksa tak dapat menunjukkan sekurang-kurangnya dua alat bukti untuk memerlihatkan kekeliruan terdakwa, hingga tak ada argumen menghukum Jessica, ” kata satu diantara tim kuasa hukum, Effendi Sinaga, Kamis (13/10).

Terpisah, JPU Ardito Muawardi menyikapi enjoy pleidoi yang dibacakan sepanjang dua hari berturut-turut itu. Sebab berisi tak ada yang baru, dimana beberapa besar berisi adalah pengulangan dari sidang-sidang terlebih dulu.

Baca Juga: Kuasa Hukum Jessica Anggap Keterangan Manajer Kafe Olivier Bohong

” Materi pleidoi apa itu yang telah dibacakan oleh tim penasihat hukum. Sedang berkas yang setebal tadi yang tingginya sekitaran 1/2 mtr. tadi tersebut catatan persidangan, ” kata Ardito.

Majelis hakim bakal mengambil keputusan perkara ini paling lambat tanggal 21 Oktober. Apakah vonis yang didapatkan hakim lebih enteng dari tuntutan JPU yakni 20 th. penjara, atau malah demikian sebaliknya?

Kata Kunci Banyak Di Cari

wajah asli ilona,cream ktl,cara mudah membuat doodle art,Cerpen isteriku berjerawat,cicak beku,bokep sama binatang,jelang vonis jessica apa kata para normal,kata kata jessica yang paling sedih di sepanjang persidangan,sebutkan bukti jika ke,sidang putusan jessica jam berapa,
Loading...
loading...